Kisah Seekor Kupu - Kupu
Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling mencintai.
Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja.
Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain.
Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun.
Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat.
Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari.
Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yg setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya.
Tuhan bertanya kapadanya “Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan
nyawamu sendiri utk menukarnya?” . Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab “Ya”.
Tuhan berkata “Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 (tiga) tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?”. Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab
“saya bersedia!”.
Hari telah terang. Si wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter.
Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak
bisa masuk ke ruang itu.
Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia.
Ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.
Sang lelaki sepanjang hari tdk makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kapadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya ? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.
Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki.
Ia bermaksud menggunakan sayapnya yg kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yg kecil
lembut mencium keningnya. Namun tubuhnya yg kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yg sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.
Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama di tinggalkannya.
Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang wanita cantik.
Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak
percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri.Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari itu, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu.
Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala .
Sang kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu. Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini.
Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.
Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera
berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu
melaksanakan pernikahan dengan wanita itu.
Dalam taman kecil telah dipenuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam
masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pucuk bunga.
Ia mendengarkan sang kekasih yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan “saya bersedia menikah dengannya!”.
Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan
wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan
mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.
Dengan pedih hati Tuhan menarik napas “Apakah kamu menyesal?”. Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya “Tidak!”. Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan “Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri”. Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya “Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu se-umur hidup”.
=================================================================================
Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja.
Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain.
Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun.
Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat.
Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari.
Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yg setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya.
Tuhan bertanya kapadanya “Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan
nyawamu sendiri utk menukarnya?” . Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab “Ya”.
Tuhan berkata “Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 (tiga) tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?”. Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab
“saya bersedia!”.
Hari telah terang. Si wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter.
Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak
bisa masuk ke ruang itu.
Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia.
Ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.
Sang lelaki sepanjang hari tdk makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kapadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya ? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.
Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki.
Ia bermaksud menggunakan sayapnya yg kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yg kecil
lembut mencium keningnya. Namun tubuhnya yg kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yg sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.
Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama di tinggalkannya.
Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang wanita cantik.
Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak
percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri.Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari itu, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu.
Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala .
Sang kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu. Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini.
Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.
Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera
berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu
melaksanakan pernikahan dengan wanita itu.
Dalam taman kecil telah dipenuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam
masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pucuk bunga.
Ia mendengarkan sang kekasih yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan “saya bersedia menikah dengannya!”.
Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan
wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan
mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.
Dengan pedih hati Tuhan menarik napas “Apakah kamu menyesal?”. Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya “Tidak!”. Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan “Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri”. Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya “Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu se-umur hidup”.
=================================================================================
ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR, ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR, SELAMANYA.
MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI,NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA.
MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI,NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA.
Pohon Yang Kehilangan Rohnya
Cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang
tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang
menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka
lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan
sulit untuk dipotong dengan kapak.
Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya
adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat
hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada
di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.
Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh
hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu
perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya
juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan
demikian, mudahlah ditumbangkan.
Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap
mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut
kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah,
sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif
di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas,
ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup
tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.
Pernahkah kita berteriak pada anak kita? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego
banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.. . Ayo,
jangan main-main disini. Berisik! Bising!
Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa
mereka membuat kita jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih
sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta
diantar?
Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin kitapun
berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit
hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?!
Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh.. Perempuan kampungan
banget sih?!
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. Eh tolol, soal
mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?
Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa
jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh
penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali
kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita
cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.
Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita
perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan
hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah
untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita
perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita
berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?!
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.
Mudah menjelaskannya. Pada realitanya,
meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu
jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.
Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha
melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena
perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita
berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.
Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada
orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati,
janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda
ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan
Anda, selalulah berteriak.
Hanya ada 2 (dua) kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin
dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai
balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.
tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang
menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka
lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan
sulit untuk dipotong dengan kapak.
Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya
adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat
hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada
di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.
Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh
hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu
perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya
juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan
demikian, mudahlah ditumbangkan.
Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap
mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut
kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah,
sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif
di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas,
ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup
tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.
Pernahkah kita berteriak pada anak kita? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego
banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.. . Ayo,
jangan main-main disini. Berisik! Bising!
Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa
mereka membuat kita jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih
sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta
diantar?
Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin kitapun
berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit
hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?!
Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh.. Perempuan kampungan
banget sih?!
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. Eh tolol, soal
mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?
Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa
jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh
penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali
kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita
cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.
Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita
perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan
hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah
untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita
perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita
berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?!
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.
Mudah menjelaskannya. Pada realitanya,
meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu
jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.
Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha
melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena
perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita
berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.
Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada
orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati,
janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda
ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan
Anda, selalulah berteriak.
Hanya ada 2 (dua) kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin
dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai
balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.
Setiap Pagi Kamu harus Membopongku
Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku.Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu.
Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.
Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu.
Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.
Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.
Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening:
Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang.
Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.
Ia adalah pegawai negeri sipil.
setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan.
Anak kami sedang belajar di luar negeri.
Perkawinan kami kelihatan bahagia.
Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka-sangka.
Dewi hadir dalam kehidupanku.
Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dewi yg sedang merangkulku.
Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. ini adalah apartment yg kubelikan untuknya.
Dewi berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis.
" Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku.
Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata,
"Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.
"Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu.
Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.
Aku melepaskan tangan Dewi dan berkata,
"kamu harus pergi membeli beberapa perabot, Oke.?.Aku ada sedikit urusan dikantor"
Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.
Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku.
Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.
Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik.
Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam.
Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV bersama-sama.
atau, Aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dewi. Ini adalah hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? "
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara.
Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari bayangannya.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
ketika istriku mengunjungi kantorku, Dewi baru saja keluar dari ruanganku.
Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati,
dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya.
Ia kelihatan sedikit curiga. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Dewi berkata padaku,"Hey Ning, ceraikan ia, Oke.? Lalu kita akan hidup bersama."
Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,
"Ada sesuatu yg harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara.
Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya.
Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir.
"aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?"
"Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya.
Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki-laki!".
Pada malam itu, kami sekali saling membisu.
Ia sedang menangis..
Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami.
Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dewi.
Dengan perasaan yg amat bersalah,
Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku.
Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.
Aku merasakan sakit dalam hati.
Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku.
Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,
dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya.
Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku.
Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.
Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku.
Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran.
Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku,
tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,
dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.
Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya
dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,
" Hey Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?
Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku .
Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya,
"jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita.
Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus Membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu ".
Aku menerima dengan senyum.
Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dewi soal syarat-syarat perceraian dari istriku.
Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya.
"Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh.
Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu.
kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah.
Anak kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra sekali" Kata-katanya membuatku merasa sakit.
Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita."
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah.
Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya.
Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini.
Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana."
Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.
Bayangan Dewi menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,
seperti,dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yg telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll.
Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dewi tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya.
Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat.
Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar.
Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok.
Lalu ia melihat, "semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum.
Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat.
Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit
Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.
Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa, sudah waktunya membopong mama keluar"
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting.
Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat.
Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir.
Aku menyangganya dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras.
Tangannya memegangku secara lembut dan alami.
aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami.
Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat.
Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua"
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya.
Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.
Dewi membuka pintu. Aku berkata padanya, "Maaf Dewi, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".
Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu tidak demam".
Kutepiskan tanganya dari dahiku "Maaf Dewi, Aku cuma bisa bilang maaf padamu, Aku tidak ingin bercerai.
Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.
Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku.
Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"
Dewi tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak.
Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.
Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga,
ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua...".
Tentang Saya
Selamat datang di blog sederhana tempat mencurahkan isi hati saya. Terima kasih telah bersedia singgah dan bersilaturahmi di sebuah noktah kecil dalam luasnya alam maya. Semoga perjumpaan ini bisa berkesan dan berlanjut di kesempatan yang lainnya.
Nama saya adalah Ammar De'Hain Alamry, di berikan oleh kakek saya tercinta Ahmad De'Hain Alamry. Anda boleh memanggil dengan nama panggilan 'Amay'. Lahir di 'Daghastani Hospital' pada hari Senin tanggal 29 Muharram 1403 Hijriah atau 15 November 1982 Masehi, pukul 02.00 am waktu Jeddah, Saudi Arabia. Lahir dengan Berat 3,350 kg, panjang 49 cm.
Kebetulan saya adalah anak pertama dari 3 (tiga) bersaudara. Orang tua saya tinggal di suatu daerah di kota Bandung, saya sendiri lebih memilih untuk tinggal di kota kecil bernama Bandar Lampung.
Awalnya saya bersekolah di Sekolah Kedutaan Indonesia (Pancasila) di Jeddah, Saudi Arabia. tapi karena orang-tua ingin kemali ke kampung halaman maka saya ikut bersama mereka kembali ke Indonesia dan melanjutkan sekolah saya di Tanah Abang, Jakarta, walaupun akhirnya lulus di S.D.N. 1 Pengajaran Bandar Lampung.
Pada tahun 1995 di S.M.P.N. 1 Teluk Betung, dan pada Tahun 2001 menamatkan pendidikan S.M.A.N. 1 Bandar Lampung. Lalu kuliah di jurusan Ilmu Hukum Universitas Lampung (UNILA), tapi sayang sekali, saya tidak melanjutkan kuliah saya disebabkan suatu halangan yg tidak dapat saya sebut disini.
Waktu luang saya biasanya diisi dengan menonton TV, kongkow dengan sahabat-sahabat saya, dan membaca segala jenis bacaan mulai dari koran nasional harian, sabtu-minggu, dan bulanan. majalah, sampai buku-buku apa saja yang bisa saya ditemui. Mulai dari buku-buku agama, buku hukum, buku psikologi, buku cerita, ataupun buku-buku pengetahuan lainnya. Selain itu saya juga suka mendengarkan musik dan mempunyai beberapa anak asuhan band yang masih saya asuh sampai sekarang.
Blogger Indonesia.
Menjadi blogger sejak tahun 2007, sejak seorang saabat baik saya yang juga nge-blog. Waktu itu saya berpikir blog hanyalah pengganti buku diary, tempat menuliskan cerita kegiatan sehari-hari. Kini blog menjadi bagian penting dalam dunia maya. Banyak yang menjadikan blog sebagai pusat informasi, tips, tukar pikiran, mencari uang, dan menjalin persahabatan. Harapan saya mudah-mudahan Blog saya dapat memuaskan anda dan membuat anda kangen berkunjung kemari lagi. =>
Menjadi blogger sejak tahun 2007, sejak seorang saabat baik saya yang juga nge-blog. Waktu itu saya berpikir blog hanyalah pengganti buku diary, tempat menuliskan cerita kegiatan sehari-hari. Kini blog menjadi bagian penting dalam dunia maya. Banyak yang menjadikan blog sebagai pusat informasi, tips, tukar pikiran, mencari uang, dan menjalin persahabatan. Harapan saya mudah-mudahan Blog saya dapat memuaskan anda dan membuat anda kangen berkunjung kemari lagi. =>
Anda dapat menghubungi saya melalui:
- E-mail : gw_ammar [at] yahoo [dot] co [dot] id atau gw_ammar [at] ymail [dot] com
- Yahoo Messenger : gw_ammar
Selain diatas, saya juga memiliki akun di beberapa situs lain.
Anda bisa menemui saya di tempat-tempat di bawah ini:
- Twitter : gw_ammar
- Digg : ghozzonx
- Camfrog : ghozzonx
- J.Net : Ammar De'Hain Alamry
- Friendster : Ammar De'Hain Alamry
- Facebook : Ammar De'Hain Alamry
Atas segala perhatian Anda dengan tulisan-tulisan Saya ucapkan terimakasih.
Semua isi keseluruhan dari Blog ini disediakan jujur "apa adanya".
tidak ada rekayasa atau berlebih-lebihan.
tidak ada rekayasa atau berlebih-lebihan.
Copyright © 2007-2009, Ammar-De'Hain-Alamry | http://ammart.blogspot.com
SAHABAT TERBAIKKU
Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di
tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar
temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan
tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir :
tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar
temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan
tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir :
"HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU".
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka
memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka
hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil
diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu:
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka
memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka
hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil
diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu:
"HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU".
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa
setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan
sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum
menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya
di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan
tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasaterjadi, kita harus
memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup
angin".
Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dibanding
diterapkan. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan 'hanya'
karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut
kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sebuah sakit hati lebih
perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga.
Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita.
Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya
lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati
yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti
hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu. Bukankah sudah
menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh
sangat bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia
menginginkan sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Bisa jadi juga
sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam
menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita
tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai
gurauan.
******
Namun demikian, orang yang bijak akan selalu mengajari muridnya untuk
memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. Tapi ini akan
sungguh sangat berat. Karena itu beliau mengajari kami
untuk 'menyerahkan' sakit itu kepada Allah -yang begitu jelas dan
pasti mengetahui bagaimana sakit hati kita- dengan membaca doa, "Ya
Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami
dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni
kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati
kami."
setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan
sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum
menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya
di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan
tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasaterjadi, kita harus
memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup
angin".
Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dibanding
diterapkan. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan 'hanya'
karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut
kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sebuah sakit hati lebih
perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga.
Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita.
Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya
lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati
yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti
hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu. Bukankah sudah
menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh
sangat bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia
menginginkan sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Bisa jadi juga
sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam
menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita
tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai
gurauan.
******
Namun demikian, orang yang bijak akan selalu mengajari muridnya untuk
memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. Tapi ini akan
sungguh sangat berat. Karena itu beliau mengajari kami
untuk 'menyerahkan' sakit itu kepada Allah -yang begitu jelas dan
pasti mengetahui bagaimana sakit hati kita- dengan membaca doa, "Ya
Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami
dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni
kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati
kami."
Cara Mendapatkan Registration Key Antivirus SMADAV PRO tanpa Donasi
Smadav bisa dikatakan antivus terbaik Indonesia untuk saat ini, jika dibandingkan dengan antivirus lokal lainya, smadav tentu lebih banyak memiliki keunggulan terutama pada kecepatan proses scanning directory. Saat artikel ini saya tulis, smadav telah merilis versi Smadav 2009 rev 7.0 dimana ada beberapa fitur yang ditambahkan seperti Smad-Turbo (Scanning 10x lebih cepat), Smad-Theme (Mengganti warna tema), dan Smad-Ray (Otomatis scan flashdisk sangat cepat).
Selain ukuran file smadav yang tergolong mini, dalam satu program smadav sebenarnya sudah tersedia dua versi yang bisa kita gunakan, yaitu versi Smadav Free dan Smadav Pro. Untuk mendapatkan versi Smadav Pro sebenarnya tidak terlalu mahal juga, yang kita perlukan hanya memberikan sedikit sumbangan (donasi) berapapun Jumlahnya. Tapi bila ingin mendapatkan smadav pro secara gratis, rekan tinggal melengkapi saja beberapa syarat dan ketentuan dibawah ini:
Syaratnya blog/situs untuk pemasangan banner Smadav :
*. Anda harus mempunyai blog/situs.
*. Pasang Banner pada Blog/situs Anda
(wajib menggunakan kode banner image 125x125 di bawah*).
*. Banner harus diletakkan di tempat strategis di blog tersebut
*. Banner harus terus dipasang sampai akhir tahun 2010
*. Blog mempunyai trafik pengunjung cukup besar. Silakan cek PageRank dan AlexaRank blog/situs Anda : popuri.us
o. PageRank minimal 2, atau
o. Jika PageRank 1 maka AlexaRank < 1.000.000, atau,
o. Jika PageRank 0 maka AlexaRank < 400.000
*. Tidak ada toleransi untuk syarat ini, hanya blog yang memenuhi syarat diatas yang akan diberi key Smadav Pro
*. Kirim konfirmasi ke smadav@gmail.com untuk meminta (max 3) Registration Key dan sertakan alamat blog Anda.
Kode banner image 125x125 :
<a href="http://www.smadav.net" title="antivirus"
target="_blank"><img alt="smadav antivirus indonesia" src="http://www.smadav.net/smadav125.gif"></a>
Preview :

Special thanks for Zainuddin Nafarin (CEO Smadav).
Label
- Advertise (2)
- Award (2)
- Blogging tips (3)
- Donasi (1)
- Info (2)
- Jelajah web (8)
- Kata Hati (4)
- Tentang (1)










